Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.........
Sebuah pertanyaan yang kerap dilontarkan seorang anak,"Dari mana aku berasal?" Ia akan bertanya kepada ibunya dengan pertimbangan bahwa ibunya adalah orang yang paling dekat dengannya. Banyak ibu yang bingung memberikan jawaban seputar ini kpd si anak.
Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dngn memproyeksi si anak untuk mengetahui bahwa semua anak pasti memiliki orang tua (bapak atau ibu), hingga anak yatim sekalipun pasti pernah memiliki asal orang tua. Dan anak cenderung memiliki beberapa sisi kemiripan dengan orang tuanya. Anak dapat mirip menurut bentuk mulut atau mata dengan ibunya,atau juga mirip dalam bentuk hidung dan dagu dengan bapaknya atau juga kemiripan warna rambut dengan kedua orang tuanya. Kemiripan ini dikenal dengan istilah faktor genetik. Dan terkadang faktor genetik orang tua memiliki peran berimbang dalam menetapkan struktur genetik seorang anak.
Setap ayah memiliki sel yang akan membentuk jabang bayi yg disebut dengan sel sperma-alasan pemakaian istilah sperma cukup sederhana, yaitu karna proses pengembangbiakannya mirip dengan benih. Proses pembentukan bayi membutuhkan hanya sebuah sel sperma dari seorang pejantan (ayah). Namun sel dari ayah saja atau sel dari ibu (ovum) saja yang terpisah tidak mungkin dapat membentuk bayi,sebab proses pengembangbiakan harus dilakukan dengan terjadinya pertemuan antara sel sperma jantan dngn sel telur betina tersebut. Setiap satu sel sperma dan sel telur membawa informasi yang sangat detail yang sering disebut dgn istilah gen atau kromosom. Gen ini membawa karakter-karakter keturunan yang bakal turun kepada calon anak. Dan supaya Allah dapat membagi karakter karakter itu kepada anak, maka dibuatlah kehidupan baru yang terbentuk dari pertemuan dua sel tadi (ayah dan ibu). Dan dari menyatunya dua sel ini terjadilah kehamilan. Dengan proses keteraturan ini, tidak diragukan lagi, ayah termasuk bagian unsur pembentukan karakter anak, dan begitu juga dengan ibu.
Keteraturan proses genetik _pertemuan dua sel_itulah yang kemudian menentukan karakter-karakter yang akan menurun kepada anak. Namun baik pihak ayah ataupun ibu tidak dapat ikut campur dalam membagi keistimewaan tertentu bagi anaknya, sebab penentuan ini terjadi tergantung kepada proses spesifik yang terjadi disaat bertemunya dua unsur sel tersebut. Oleh sebab itulah, kerap kita menjastifikasi warna rambut atau warna mata anak sebagai bukti hasil proses pertemuan dua sel tersebut. Dan berdasarkan kesesuaian proses pertemuan sel ini juga, ditentukan jenis kelamin bayi, apakah ia akan menjadi pria ataukah wanita. Penentuan jenis kelamin tergantung pada proses perkawinan sel didalam alam rahim sebelum berproses menjadi jabang bayi.
Sebuah pertanyaan yang kerap dilontarkan seorang anak,"Dari mana aku berasal?" Ia akan bertanya kepada ibunya dengan pertimbangan bahwa ibunya adalah orang yang paling dekat dengannya. Banyak ibu yang bingung memberikan jawaban seputar ini kpd si anak.
Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dngn memproyeksi si anak untuk mengetahui bahwa semua anak pasti memiliki orang tua (bapak atau ibu), hingga anak yatim sekalipun pasti pernah memiliki asal orang tua. Dan anak cenderung memiliki beberapa sisi kemiripan dengan orang tuanya. Anak dapat mirip menurut bentuk mulut atau mata dengan ibunya,atau juga mirip dalam bentuk hidung dan dagu dengan bapaknya atau juga kemiripan warna rambut dengan kedua orang tuanya. Kemiripan ini dikenal dengan istilah faktor genetik. Dan terkadang faktor genetik orang tua memiliki peran berimbang dalam menetapkan struktur genetik seorang anak.
Setap ayah memiliki sel yang akan membentuk jabang bayi yg disebut dengan sel sperma-alasan pemakaian istilah sperma cukup sederhana, yaitu karna proses pengembangbiakannya mirip dengan benih. Proses pembentukan bayi membutuhkan hanya sebuah sel sperma dari seorang pejantan (ayah). Namun sel dari ayah saja atau sel dari ibu (ovum) saja yang terpisah tidak mungkin dapat membentuk bayi,sebab proses pengembangbiakan harus dilakukan dengan terjadinya pertemuan antara sel sperma jantan dngn sel telur betina tersebut. Setiap satu sel sperma dan sel telur membawa informasi yang sangat detail yang sering disebut dgn istilah gen atau kromosom. Gen ini membawa karakter-karakter keturunan yang bakal turun kepada calon anak. Dan supaya Allah dapat membagi karakter karakter itu kepada anak, maka dibuatlah kehidupan baru yang terbentuk dari pertemuan dua sel tadi (ayah dan ibu). Dan dari menyatunya dua sel ini terjadilah kehamilan. Dengan proses keteraturan ini, tidak diragukan lagi, ayah termasuk bagian unsur pembentukan karakter anak, dan begitu juga dengan ibu.
Keteraturan proses genetik _pertemuan dua sel_itulah yang kemudian menentukan karakter-karakter yang akan menurun kepada anak. Namun baik pihak ayah ataupun ibu tidak dapat ikut campur dalam membagi keistimewaan tertentu bagi anaknya, sebab penentuan ini terjadi tergantung kepada proses spesifik yang terjadi disaat bertemunya dua unsur sel tersebut. Oleh sebab itulah, kerap kita menjastifikasi warna rambut atau warna mata anak sebagai bukti hasil proses pertemuan dua sel tersebut. Dan berdasarkan kesesuaian proses pertemuan sel ini juga, ditentukan jenis kelamin bayi, apakah ia akan menjadi pria ataukah wanita. Penentuan jenis kelamin tergantung pada proses perkawinan sel didalam alam rahim sebelum berproses menjadi jabang bayi.
0
komentar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah..
~Sesungguhnya menuntut ilmu tak terbatas oleh ruang dan waktu..
~Selama hayat masih di kandung badan jangan berhenti menuntut ilmu yang menjadi penerang jalan kehidupan..
~Saudaraku..ingatlah kelebihan ilmu daripada harta;
♥Orang yang berilmu akan memanfaatkan harta di jalan kebaikan bahkan mampu mengembangkan harta dengan berlipat ganda.Sedangkan orang yang berharta tanpa ilmu bisa habis karena mudah tertipu..
♥Ilmu menjaga diri kita sedangkan harta selalu minta dijaga karena takut ada yang mencurinya..
♥Orang yang berilmu akan menyebabkan banyak teman,sedangkan orang yang berharta cenderung banyak saingan..
♥Ilmu berkembang jika diajarkan,sedangkan harta cenderung habis jika dibelanjakan..
♥Ilmu membuat kita lebih bermutu sedangkan harta tanpa ilmu cenderung membuat pikiran menjadi buntu..
♥Sejatinya ilmu akan mengantarkan manusia untuk memiliki harta sedangkan harta belum tentu mengantarkan kita untuk berilmu..
♥Namun di sisi lain harta dan ilmu saling mendukung karena kenyataanya kita mampu memiliki ilmu karena mengeluarkan biaya terlebih dahulu...
Bismillahirrahmanirrahiim. .
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman :
“Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, Berkatalah seekor semut, ‘Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari’.” (An-Naml [27]: 18).
Ayat di atas menerangkan, bahwa semut memiliki seorang pemimpin yang punya kepedulian sosial tinggi, untuk menyelamatkan rakyatnya dari bahaya. Ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri ketika ada bahaya mendekati koloninya.
Ayat tersebut juga menjelaskan, hewan ini memiliki ketajaman indera dan sikapnya yang sangat hati-hati, terutama terhadap bahaya. Tidak hanya itu, etos kerjanya juga sangat tinggi. Dengan kesabaran dan kekompakannya, mereka bisa membangun sarang yang besar dan kuat sebagai tempat perlindungan dari mara bahaya. Ini mereka lakukan sepanjang hari dan malam, kecuali malam-malam gelap saat bulan tidak memancarkan sinarnya.
Solidaritas yang terbangun dalam koloni ini juga tinggi. Bila salah satu dari mereka menemukan makanan, ia akan minta tolong teman-temannya membawa makanan tersebut ke sarangnya. Bahkan menurut Ibnul Qayyim dalam kitabnya Syifa’ul ‘Alil fii Masa’il al-Qadha’ wal Qadar wal Hikmah wat Ta’lil, ia memanggil teman-temannya hingga tiga kali. Jumlah semut yang berkumpul bergantung pada besar dan kualitas makanan tersebut.
Bila makanan itu berupa biji-bijian, mereka akan memecah belah. Mutawalli Sya’rawi dalam tafsirnya menulis, “Ini merupakan suatu keajaiban dimana Anda akan menemukan dalam sarang semut beberapa biji-bijian yang telah terbelah-belah agar tidak tumbuh.
Para ilmuwan menemukan ada satu biji yang dibelah empat yaitu biji ketumbar. Kalau biji ketumbar ini dibelah dua, maka setiap bagian masih bisa tumbuh, akan tetapi semut-semut tersebut membelah biji ketumbar menjadi empat bagian agar tidak bisa tumbuh.
Karena jika biji tersebut tumbuh, ia akan menutup sarang mereka. Oleh sebab itulah, semut menyimpan biji-bijian tersebut sampai mereka bisa memakannya pada saat musim dingin tiba. Maha Suci Allah Subehanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan pengetahuan ini pada semut-semut tersebut,” (Tafsir Sya’rawi tentang surat An-Naml : 18 )
Bila makanan sudah didapat, mereka akan membaginya secara adil sesuai dengan fungsi masing-masing. Menariknya, mereka bekerja secara sistematis dalam menyelesaikan masalah. Dengan kemurahan hati, mereka tidak pernah berebut dan merasa yang paling berhak dibanding lainnya.
Ketika Ibnu Taimiyah mendapat cerita dari Ibnu Qayyim mengenai kehidupan semut, ia berkata, “Sesungguhnya semut diciptakan Allah Subehanahu Wa Ta’ala dengan watak jujur dan mencela kebohongan.” (Kitab Syifa’ul ‘Alil). Bahkan dalam sebuah Hadits disebutkan, koloni hewan ini juga merupakan umat yang selalu bertasbih kepada Allah Subehanahu Wa Ta’ala.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda:
“Ada semut yang menggigit seorang Nabi dari Nabi-nabi terdahulu, lalu Nabi itu memerintahkan agar membakar sarang semut-semut itu. Maka kemudian Allah mewahyukan kepadanya, Firman-NYA: “Hanya karena gigitan seekor semut, maka kamu telah membakar suatu kaum yang bertasbih”.(Riwayat Bukhari)
Demikian mudah-mudahan bermanfaat, Semoga kita semua bisa belajar dari kejujuran semut. Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Dan Semoga pula Allah Subhanahu Wa Ta’ala ‘ Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-NYA....Aamiin Allahuma AAmiin.
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman :
“Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, Berkatalah seekor semut, ‘Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari’.” (An-Naml [27]: 18).
Ayat di atas menerangkan, bahwa semut memiliki seorang pemimpin yang punya kepedulian sosial tinggi, untuk menyelamatkan rakyatnya dari bahaya. Ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri ketika ada bahaya mendekati koloninya.
Ayat tersebut juga menjelaskan, hewan ini memiliki ketajaman indera dan sikapnya yang sangat hati-hati, terutama terhadap bahaya. Tidak hanya itu, etos kerjanya juga sangat tinggi. Dengan kesabaran dan kekompakannya, mereka bisa membangun sarang yang besar dan kuat sebagai tempat perlindungan dari mara bahaya. Ini mereka lakukan sepanjang hari dan malam, kecuali malam-malam gelap saat bulan tidak memancarkan sinarnya.
Solidaritas yang terbangun dalam koloni ini juga tinggi. Bila salah satu dari mereka menemukan makanan, ia akan minta tolong teman-temannya membawa makanan tersebut ke sarangnya. Bahkan menurut Ibnul Qayyim dalam kitabnya Syifa’ul ‘Alil fii Masa’il al-Qadha’ wal Qadar wal Hikmah wat Ta’lil, ia memanggil teman-temannya hingga tiga kali. Jumlah semut yang berkumpul bergantung pada besar dan kualitas makanan tersebut.
Bila makanan itu berupa biji-bijian, mereka akan memecah belah. Mutawalli Sya’rawi dalam tafsirnya menulis, “Ini merupakan suatu keajaiban dimana Anda akan menemukan dalam sarang semut beberapa biji-bijian yang telah terbelah-belah agar tidak tumbuh.
Para ilmuwan menemukan ada satu biji yang dibelah empat yaitu biji ketumbar. Kalau biji ketumbar ini dibelah dua, maka setiap bagian masih bisa tumbuh, akan tetapi semut-semut tersebut membelah biji ketumbar menjadi empat bagian agar tidak bisa tumbuh.
Karena jika biji tersebut tumbuh, ia akan menutup sarang mereka. Oleh sebab itulah, semut menyimpan biji-bijian tersebut sampai mereka bisa memakannya pada saat musim dingin tiba. Maha Suci Allah Subehanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan pengetahuan ini pada semut-semut tersebut,” (Tafsir Sya’rawi tentang surat An-Naml : 18 )
Bila makanan sudah didapat, mereka akan membaginya secara adil sesuai dengan fungsi masing-masing. Menariknya, mereka bekerja secara sistematis dalam menyelesaikan masalah. Dengan kemurahan hati, mereka tidak pernah berebut dan merasa yang paling berhak dibanding lainnya.
Ketika Ibnu Taimiyah mendapat cerita dari Ibnu Qayyim mengenai kehidupan semut, ia berkata, “Sesungguhnya semut diciptakan Allah Subehanahu Wa Ta’ala dengan watak jujur dan mencela kebohongan.” (Kitab Syifa’ul ‘Alil). Bahkan dalam sebuah Hadits disebutkan, koloni hewan ini juga merupakan umat yang selalu bertasbih kepada Allah Subehanahu Wa Ta’ala.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda:
“Ada semut yang menggigit seorang Nabi dari Nabi-nabi terdahulu, lalu Nabi itu memerintahkan agar membakar sarang semut-semut itu. Maka kemudian Allah mewahyukan kepadanya, Firman-NYA: “Hanya karena gigitan seekor semut, maka kamu telah membakar suatu kaum yang bertasbih”.(Riwayat Bukhari)
Demikian mudah-mudahan bermanfaat, Semoga kita semua bisa belajar dari kejujuran semut. Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Dan Semoga pula Allah Subhanahu Wa Ta’ala ‘ Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-NYA....Aamiin Allahuma AAmiin.
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, Jumat (13/4/2012)
melakukan penangkapan terhadap seorang dokter gigi berinisial YA di
jalan Melati Tolomundu Kelurahan Pane (bagian Timur Masjid Al-Muwahidin
Kota Bima) sekitar pukul 13.30 Wita.
Penangkapan itu dilakukan saat YA pulang
usai melaksanakan shalat Jum’at. Pria asal pulau Jawa yang membuka
praktik di jalan Datuk Dibanta itu ditangkap bersama rekannya
berinisial YS alias Kam, yang juga seorang dokter.
Sampai saat ini belum ada informasi
resmi dari pihak kepolisian atas penangkapan kedua orang tersebut.
Hanya saja, dari rumor yang beredar YA ditangkap karena diduga ada
indikasi keterlibatan dalam jaringan ‘terorisme’.
Saat ditangkap tidak ada perlawanan dari
mereka. Kejadian penangkapan tersebut begitu cepat. Tim Densus 88
langsung mengangkut mereka ke dalam minibus dan dibawa ke Markas Brimob
Kompi IV Bima.
Usai penangkapan, Densus juga terlihat
sesaat menggeledah rumah praktik YA sekitar pukul 14.00 Wita. “Tadi
memang kita lihat banyak orang yang mirip aparat di depan rumah dokter
YA. Tapi kita tidak tahu kalau itu kejadian penangkapan,” ujar salah
seorang sumber yang tak mau disebutkan namanya.
Sumber lainnya, warga sekitar yang biasa
melihat rumah praktik drg. YA sudah buka pukul 16.00 Wita, namun
terlihat tertutup. Ia mendengar informasi dari pengojek yang biasa
mangkal di sekitar lokasi bahwa YA ditangkap aparat dan dibawa dengan
mobil.
“Saya tahu dari tukang ojek kalau dokter
YA dibawa oleh polisi. Biasanya jam empat sore, rumah praktiknya sudah
dibuka. Tapi sampai saat ini masih tutup,” katanya di depan rumah dokter
YA di Pane.
Setelah ditangkap kedua orang dokter ini
dibawa ke Markas Brimob Bima, di Kelurahan Sambinae. Dari foto yang
didapat terlihat dr. Kam dengan kedua mata yang bersangkutan ditutup
lakban coklat dan tangan terikat dibelakang.
Sekitar pukul 21.40 Wita, dua kendaraan
yang diperkirakan mengangkut kedua dokter yang ditangkap Densus 88
tersebut keluar dari Markas Brimob, dengan pengawalan ketat aparat
kepolisian menuju arah barat. Dari beberapa informasi yang dikumpulkan,
mobil tersebut langsung menuju Mataram bersama kedua orang dokter tadi
dan akan diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat khusus besok pukul 13.20
Wita melalui Bandara Selaparang.
Apa Itu Hipnosis / Hipnotis ?
Hypnosis adalah "keadaan pikiran yang terhubung ke relaksasi yang mendalam, penyempitan fokus, dan sugesti meningkat."
Sebuah hipnosis / hipnotis dapat disamakan dengan keadaan dimana Anda bertindak secara intuitif, bukan intelektual. sugesti "Hypnotic" dapat disampaikan oleh hipnoterapi di hadapan subjek, atau mungkin dikelola sendiri ('self-suggestion' atau 'auto-suggestion').
Definisi awal hipnosis diberikan oleh James Braid, seorang ahli bedah Skotlandia, yang menciptakan "hipnotis" sebagai singkatan bagi "neuro-hipnotis". Ia mendefinisikan hipnosis atau tidur kendali sebagai,"kondisi yang aneh dari sistem saraf, disebabkan oleh perhatian tetap dan diabstraksikan mental dan visual, pada satu objek,bukan bersifat menarik," (Braid, Hypnotic Therapeutics, 1853) .
Hypnotherapy adalah suatu bentuk hipnosis yang digunakan untuk tujuan terapeutik. Ini berlaku teknik hipnotis untuk mendorong pikiran kebawah sadar untuk menemukan solusi terhadap permasalahan, melalui mengungkap kenangan direpresi dan emosi.
Transisi Hypnotis
Transisi adalah nama yang diberikan untuk setiap keadaan pikiran dimana seseorang yang memiliki fokus perhatian yang sempit. Biasanya di negara-negara, transisi penghipnotis membujuk subjek agar mata tertutup, dan santai, memiliki pikiran yang tenang dan menyadari apa yang terjadi.
Selama transisi orang tersebut menerima saran dari hipnotis. Hal ini juga digambarkan sebagai, "kondisi pikiran di mana kesadaran rapuh dan tindakan sukarela buruk atau hilang, seperti menyerupai tidur yang nyenyak,"
Sejarah Singkat Hypnosis
"Banyak praktek-praktek awal hipnosis itu terkait dengan keyakinan dalam agama, sihir, dan okultisme,". Hipnosis telah digunakan sepanjang sejarah umat manusia primitif dari awal Mesir Kuno dan Yunani ke Aborigin Australia, dan bahkan Amerika Utara Indiana.
Hypnosis dalam Kehidupan Moder
Hipnosis, yang pada akhir abad ke-19 telah menjadi fenomena populer, sangat penting dalam penemuan psikoanalisis oleh Sigmund Freud. Freud dikembangkan terapi abreaksi menggunakan hipnosis dengan Josef Breuer. Ketika Sigmund Freud menggunaannya dalam psikiatri, pada paruh pertama abad terakhir, penghipnotis panggung menyimpannya hidup lebih dari dokter.
Pada awal abad 20, hipnosis digunakan dalam tentara dan personil lainnya yang kembali dari perang. Penggunaan hipnosis dalam pengobatan neurosis berkembang dalam Perang Dunia I, Perang Dunia II dan Perang-Hypnosis Korea teknik digabung dengan psikiatri dan sangat berguna dalam perawatan apa yang dikenal saat ini sebagai Post Traumatic Stress Disorder (PTSD),
Pada tahun 1958, American Medical Association menyetujui laporan pada penggunaan medis hipnosis. Hal ini mendorong penelitian tentang hipnosis meskipun menunjukkan bahwa beberapa aspek hipnosis tidak diketahui dan kontroversial. Asosiasi Psikolog Amerika mendukung hipnosis sebagai cabang psikologi dua tahun setelah persetujuan AMA.
Dalam American Institute of Hypnotherapy pada awalnya disetujui oleh Negara Bagian California di California untuk memberikan derajat pada awal-AIH 1980's yang ditawarkan unaccredited Gelar Sarjana dan Doktor di Klinik Hypnotherapy (DCH) yang berfungsi sebagai tidak ada terakreditasi. Hari ini, pada abad 21 hypnotherapists adalah profesi diakui oleh Amerika Serikat Departemen Tenaga Kerja, serta di Australia dan Inggris.
Contoh Hypnosis
Ada tiga jenis utama dan paling diakui / contoh hipnosis, hipnotis panggung (Stage Hypnosis), hipnotis klinis (Clinical Hypnosis), dan self-hypnosis.
Clinical Hypnosis:
Jenis 'hypnotherapy' Selama hypnosis klinis, hipnoterapi dapat membuat saran-saran yang dirancang untuk membantu klien merumuskan proses internal tertentu (perasaan, kenangan, gambar, dll) yang akan menyebabkan disepakati bersama. Jenis hipnosis ini paling baik digunakan untuk modifikasi perilaku, berhenti kebiasaan buruk (merokok, makan berlebihan, dll).
Self-Hypnosis:
Sebuah kondisi hipnosis diri "induced" yang biasanya hanya mengharuskan Anda memiliki area pribadi yang tenang dan tempat untuk duduk atau berbaring. Contoh dari hipnosis biasanya memanfaatkan sugesti diri ('sugesti'). Metode self-hypnosis dapat digunakan untuk mengurangi perasaan cemas, dan mempromosikan perasaan percaya diri, self-efficacy dan pengendalian diri.
Stage Hypnosis:
Sebuah contoh hipnosis yang dilakukan di depan audiens untuk tujuan hiburan, biasanya di teater atau klub. Kata-kata paling populer yang biasa diiucapkan adalah " tidur lebih dalam-tidur lebih dalam ". Perdebatan para ahli mengenai apakah tanggapan peserta paling baik dijelaskan sebagai akibat keadaan yang berubah hipnosis kesadaran alias atau dengan penipuan yang disengaja .
Bagaimana Hipnosis / Hipnotis Bekerja
"Para ilmuwan tidak dapat menyetujui dengan tepat bagaimana hipnosis bekerja dalam otak, ada hal-hal tertentu yang telah diamati sebagai pasien jatuh ke dalam hipnosis. Hal ini umumnya percaya bahwa keadaan kesadaran diubah dalam hipnosis sehingga sisi kiri otak bahwa pihak yang bertanggung jawab untuk analisis, penilaian, dan sintesis dimatikan, dan sisi kanan otak Dari sisi non analitis dibuat untuk lebih penuh perhatian. Pikiran bawah sadar terjaga dan dapat diakses, sedangkan pada kontrol sadar pikiran tenang. Sebagai bagian bawah sadar dari pikiran berakar jauh lebih dalam, itu lebih naluriah dari bagian sadar, namun menyajikan peluang besar bagi pasien untuk mengubah nya ataubagian fisik dan perilaku.
Sugesti Pasca Hipnotis (post-hypnotic)
Diduga sugesti pasca hipnotis dapat digunakan untuk mengubah perilaku seseorang setelah dihipnotis. Seorang penulis menyatakan bahwa ‘seseorang bisa bertindak beberapa waktu kemudian berdasarkan satu sugesti yang ditanamkan pada sesi hipnotis’. Seorang hipnoterapis mengatakan kepada salah satu pasiennya yang juga kawannya: “Ketika saya menyentuh jari Anda, Anda akan segera terhipnotis”. Empat belas tahun kemudian, pada sebuah pesta makan malam, ia menyentuh jari temannya dan kepala temannya segera jatuh terkulai di kursi.
Kerentanan
Braid membuat perbedaan kasar antara berbagai tahapan hypnosis yang disebut sebagai tahap kesadaran hipnotisme pertama dan kedua. Kemudian ia menggantikan istilah ini dengan perbedaan antara tahapan ‘sub hipnotis’, ‘hipnotis penuh’ dan ‘koma hipnotis’.. Jean-Martin Charcot membuat perbedaan serupa antara tahapan ini dengan nama berjalan saat tidur (somnambulism), kelesuan (lethargy), dan katalepsi. Namun Ambroise-Auguste Liebeault dan Bernheim memperkenalkan skala hipnotis yang lebih dalam, berdasarkan kombinasi tingkah laku, respon fisiologis dan respon subyektif. Sebagian diantaranya adalah akibat sugesti langsung dan sebagian akibat sugesti tidak langsung. Pada decade pertama abad 20, skala kedalaman klinis digantikan oleh penelitian klinis. Skala yang paling berpengaruh adalah ciptaan Davis-Husband dan Friedlander-Sarben yang dikembangkan pada tahun 1930-an. Andre Weitzenhoffer dan Ernest R.Hilgard mengembangkan Skala Kerentanan Hipnotis Standford pada tahun 1959, yang terdiri dari 12 bagian tes sugesti diikuti dengan skenario hipnotis terstandardisasi induksi fiksasi mata dan kemudian menjadi salah satu pegangan penelitian yang paling banyak direfensikan di bidang hipnotis. Tidak lama setelah itu, pada tahun 1962, Ronald Shor dan Emily Carota Orne mengembangkan skala kelompok yang mirip, disebut Skala Kerentanan Hipnotis Kelompok Harvard (Harvard Group Scale of Hypnotic Susceptibility (HGSHS)). Sedangkan teori yang lebih tua tentang kedalaman skala, mencoba untuk menyimpulkan tingkat ‘kerasukan (trance) hipnotis’ berdasarkan tanda-tanda yang dapat diamati, seperti amnesia spontan, kebanyakan pengukuran skala dari respon yang diamati atau dievaluasi sendiri terhadap tes sugesti spesifik, seperti sugesti langsung kekakuan lengan (katalepsi). Skala Standford, Harvard, dan skala kerentanan lain mengubah angka menjadi penilaian kerentanan seseorang seperti ‘tinggi’, ‘medium’, ‘rendah’. Diperkirakan 80% populasi berskala medium, 10% tinggi, dan 10% rendah. Nilai kemampuan hipnotis biasanya menetap tinggi pada masa hidup seseorang. Penelitan oleh Deirdre Barret menyatakan bahwa ada dua tipe subyek yang rentan yang disebut ‘Pengkhayal’ (Fantasizers) dan ‘Pemisah’ (dissociaters). Skor pengkhayal tinggi pada skala penyerapan sehingga mudah memblok stimulus dunia nyata tanpa hipnotis, sering kali berkhayal, melaporkan teman-teman khayalan pada saat kanak-kanak dan tumbuh dengan orang tua yang menyarankan permainan imajinasi. Pemisah sering memiliki riwayat penyiksaan anak atau trauma lainnya, belajar untuk lari pada kehampaan dan untuk melupakan kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan. Kemampuan mereka untuk berkhayal sering menjadi kosong daripada khayalan kenangan yang samar-samar. Kedua nilai kelompok ini sama-sama tinggi untuk skala formal kerentanan hipnotis.
Perilaku kognitif
Di paruh kedua abad kedua puluh, ada dua faktor yang memberikan kontribusi bagi pengembangan pendekatan perilaku kognitif Hipnotis.
1. Teori kognitif dan perilaku tentang hakikat Hipnotis (dipengaruhi oleh teori Sarbin dan Barber) menjadi semakin berpengaruh.
2. Praktek hipnoterapi dan berbagai bentuk terapi perilaku kognitif tumpang tindih dan saling memengaruhi. Meskipun teori hipnotis perilaku kognitif harus dibedakan dari pendekatan perilaku kognitif untuk hipnoterapi, keduanya memiliki konsep serupa, terminologi, dan asumsi yang telah diinterintegrasikan oleh para peneliti dan klinisi yang berpengaruh seperti Irving Kirsch, Steven Jay Lynn, dan lain-lain.
Pada awal terapi kognitif-perilaku di tahun 1950-an, Hipnotis digunakan oleh para terapis perilaku awal seperti Yusuf Wolpe dan juga oleh para terapis kognitif awal seperti Albert Ellis. Barber, Spanos & Chaves memperkenalkan istilah "perilaku kognitif" untuk menggambarkan teori keadan tidak terhipnotis (nonstate) pada Hypnotism:Imagination & Human Potentialities (1974). Namun, Clark L. Hull telah memperkenalkan psikologi perilaku kembali ke tahun 1933, yang didahului oleh Ivan Pavlov. Bahkan, teori dan praktik awal dari hipnotisme, bahkan teori Braid, mirip dengan teori kognitif-perilaku dalam beberapa hal.
Praktik hipnosis
Praktik-praktik hipnotis pada awalnya dikenal sebagai teknik meditasi dari Timur (oriental). Praktik-praktik hipnotis yang dilakukan kini memiliki kesamaan dengan berbagai bentuk meditasi yoga oleh agama Hindu dan praktik-praktik spiritual kuno, seperti yang dideskripsikan oleh tulisan Persia kuno tentang berbagai macam ritual agama dan ritual penyembuhan yang dilakukan di Timur.
Dalam tulisannya di "Kekuatan Pikiran di atas Kekuatan Jasmani", walaupun James Braid menentang dalil-dalil kepercayaan pada fenomena ini, namun tulisannya menunjukkan bahwa meditasi dari Timur menghasilkan efek-efek hipotisme dalam kesendirian, tanpa hadirnya seseorang yang menghipnotis, sehingga ia melihatnya sebagai bukti bahwa hipnotisme terdapat dalam praktik-praktik kuno meditasi dan bukan dari teori-teori moderen maupun praktik aliran mesmerisme
Kontroversi hipnotis
Walaupun secara umum efek-efek dari hipnosis diakui, namun banyak perbedaan pendapat antara kalangan ilmuan dan klinis tentang bagaimana hipnosis bekerja.
Psikologis E.M Thorton (1976) memperluas analogi tentang hubungan antara hipnosis, aliran mesmerisme, dan sihir. Ia menekankan bahwa subyek yang dihipnotis pada dasarnya diminta untuk "menuju kondisi seperti pasien epilepsi ditirukan seperti sebuah parodi". Apabila subyek terlihat seperti kerasukan, maka hal ini diakibatkan karena kondisi kerasukan melibatkan konteks yang mirip secara sosio-kognitif, layaknya seseorang yang menerima peran yang diberikan kepadanya dan merasakan hubungan antara yang meminta dan diminta. Bagaimanapun hipnosis dilakukan, pada dasarnya hipnotisme, aliran mesmerisme, histeria, dan kerasukan setan memiliki dasar yang sama dimana konstruksi sosial di rancang oleh pelaku terapi yang antusias akan hal ini, pelaku pertunjukan (showmen), dan pendeta-pendeta atau pelaku ritual agama pada satu sisi - dan di sisi lain ada orang-orang yang mudah percaya, penuh imajinasi, penuh kesediaan, diikuti dengan kebutuhan emosional yang tinggi akan kemampuan orang lain untuknya.
Pemahaman manusia terhadap hipnosis telah maju besar dalam abad yang lalu, namun fenomena ini masih merupakan suatu Misteri tersendiri
Hypnosis adalah "keadaan pikiran yang terhubung ke relaksasi yang mendalam, penyempitan fokus, dan sugesti meningkat."
Sebuah hipnosis / hipnotis dapat disamakan dengan keadaan dimana Anda bertindak secara intuitif, bukan intelektual. sugesti "Hypnotic" dapat disampaikan oleh hipnoterapi di hadapan subjek, atau mungkin dikelola sendiri ('self-suggestion' atau 'auto-suggestion').
Definisi awal hipnosis diberikan oleh James Braid, seorang ahli bedah Skotlandia, yang menciptakan "hipnotis" sebagai singkatan bagi "neuro-hipnotis". Ia mendefinisikan hipnosis atau tidur kendali sebagai,"kondisi yang aneh dari sistem saraf, disebabkan oleh perhatian tetap dan diabstraksikan mental dan visual, pada satu objek,bukan bersifat menarik," (Braid, Hypnotic Therapeutics, 1853) .
Hypnotherapy adalah suatu bentuk hipnosis yang digunakan untuk tujuan terapeutik. Ini berlaku teknik hipnotis untuk mendorong pikiran kebawah sadar untuk menemukan solusi terhadap permasalahan, melalui mengungkap kenangan direpresi dan emosi.
Transisi Hypnotis
Transisi adalah nama yang diberikan untuk setiap keadaan pikiran dimana seseorang yang memiliki fokus perhatian yang sempit. Biasanya di negara-negara, transisi penghipnotis membujuk subjek agar mata tertutup, dan santai, memiliki pikiran yang tenang dan menyadari apa yang terjadi.
Selama transisi orang tersebut menerima saran dari hipnotis. Hal ini juga digambarkan sebagai, "kondisi pikiran di mana kesadaran rapuh dan tindakan sukarela buruk atau hilang, seperti menyerupai tidur yang nyenyak,"
Sejarah Singkat Hypnosis
"Banyak praktek-praktek awal hipnosis itu terkait dengan keyakinan dalam agama, sihir, dan okultisme,". Hipnosis telah digunakan sepanjang sejarah umat manusia primitif dari awal Mesir Kuno dan Yunani ke Aborigin Australia, dan bahkan Amerika Utara Indiana.
Hypnosis dalam Kehidupan Moder
Hipnosis, yang pada akhir abad ke-19 telah menjadi fenomena populer, sangat penting dalam penemuan psikoanalisis oleh Sigmund Freud. Freud dikembangkan terapi abreaksi menggunakan hipnosis dengan Josef Breuer. Ketika Sigmund Freud menggunaannya dalam psikiatri, pada paruh pertama abad terakhir, penghipnotis panggung menyimpannya hidup lebih dari dokter.
Pada awal abad 20, hipnosis digunakan dalam tentara dan personil lainnya yang kembali dari perang. Penggunaan hipnosis dalam pengobatan neurosis berkembang dalam Perang Dunia I, Perang Dunia II dan Perang-Hypnosis Korea teknik digabung dengan psikiatri dan sangat berguna dalam perawatan apa yang dikenal saat ini sebagai Post Traumatic Stress Disorder (PTSD),
Pada tahun 1958, American Medical Association menyetujui laporan pada penggunaan medis hipnosis. Hal ini mendorong penelitian tentang hipnosis meskipun menunjukkan bahwa beberapa aspek hipnosis tidak diketahui dan kontroversial. Asosiasi Psikolog Amerika mendukung hipnosis sebagai cabang psikologi dua tahun setelah persetujuan AMA.
Dalam American Institute of Hypnotherapy pada awalnya disetujui oleh Negara Bagian California di California untuk memberikan derajat pada awal-AIH 1980's yang ditawarkan unaccredited Gelar Sarjana dan Doktor di Klinik Hypnotherapy (DCH) yang berfungsi sebagai tidak ada terakreditasi. Hari ini, pada abad 21 hypnotherapists adalah profesi diakui oleh Amerika Serikat Departemen Tenaga Kerja, serta di Australia dan Inggris.
Contoh Hypnosis
Ada tiga jenis utama dan paling diakui / contoh hipnosis, hipnotis panggung (Stage Hypnosis), hipnotis klinis (Clinical Hypnosis), dan self-hypnosis.
Clinical Hypnosis:
Jenis 'hypnotherapy' Selama hypnosis klinis, hipnoterapi dapat membuat saran-saran yang dirancang untuk membantu klien merumuskan proses internal tertentu (perasaan, kenangan, gambar, dll) yang akan menyebabkan disepakati bersama. Jenis hipnosis ini paling baik digunakan untuk modifikasi perilaku, berhenti kebiasaan buruk (merokok, makan berlebihan, dll).
Self-Hypnosis:
Sebuah kondisi hipnosis diri "induced" yang biasanya hanya mengharuskan Anda memiliki area pribadi yang tenang dan tempat untuk duduk atau berbaring. Contoh dari hipnosis biasanya memanfaatkan sugesti diri ('sugesti'). Metode self-hypnosis dapat digunakan untuk mengurangi perasaan cemas, dan mempromosikan perasaan percaya diri, self-efficacy dan pengendalian diri.
Stage Hypnosis:
Sebuah contoh hipnosis yang dilakukan di depan audiens untuk tujuan hiburan, biasanya di teater atau klub. Kata-kata paling populer yang biasa diiucapkan adalah " tidur lebih dalam-tidur lebih dalam ". Perdebatan para ahli mengenai apakah tanggapan peserta paling baik dijelaskan sebagai akibat keadaan yang berubah hipnosis kesadaran alias atau dengan penipuan yang disengaja .
Bagaimana Hipnosis / Hipnotis Bekerja
"Para ilmuwan tidak dapat menyetujui dengan tepat bagaimana hipnosis bekerja dalam otak, ada hal-hal tertentu yang telah diamati sebagai pasien jatuh ke dalam hipnosis. Hal ini umumnya percaya bahwa keadaan kesadaran diubah dalam hipnosis sehingga sisi kiri otak bahwa pihak yang bertanggung jawab untuk analisis, penilaian, dan sintesis dimatikan, dan sisi kanan otak Dari sisi non analitis dibuat untuk lebih penuh perhatian. Pikiran bawah sadar terjaga dan dapat diakses, sedangkan pada kontrol sadar pikiran tenang. Sebagai bagian bawah sadar dari pikiran berakar jauh lebih dalam, itu lebih naluriah dari bagian sadar, namun menyajikan peluang besar bagi pasien untuk mengubah nya ataubagian fisik dan perilaku.
Sugesti Pasca Hipnotis (post-hypnotic)
Diduga sugesti pasca hipnotis dapat digunakan untuk mengubah perilaku seseorang setelah dihipnotis. Seorang penulis menyatakan bahwa ‘seseorang bisa bertindak beberapa waktu kemudian berdasarkan satu sugesti yang ditanamkan pada sesi hipnotis’. Seorang hipnoterapis mengatakan kepada salah satu pasiennya yang juga kawannya: “Ketika saya menyentuh jari Anda, Anda akan segera terhipnotis”. Empat belas tahun kemudian, pada sebuah pesta makan malam, ia menyentuh jari temannya dan kepala temannya segera jatuh terkulai di kursi.
Kerentanan
Braid membuat perbedaan kasar antara berbagai tahapan hypnosis yang disebut sebagai tahap kesadaran hipnotisme pertama dan kedua. Kemudian ia menggantikan istilah ini dengan perbedaan antara tahapan ‘sub hipnotis’, ‘hipnotis penuh’ dan ‘koma hipnotis’.. Jean-Martin Charcot membuat perbedaan serupa antara tahapan ini dengan nama berjalan saat tidur (somnambulism), kelesuan (lethargy), dan katalepsi. Namun Ambroise-Auguste Liebeault dan Bernheim memperkenalkan skala hipnotis yang lebih dalam, berdasarkan kombinasi tingkah laku, respon fisiologis dan respon subyektif. Sebagian diantaranya adalah akibat sugesti langsung dan sebagian akibat sugesti tidak langsung. Pada decade pertama abad 20, skala kedalaman klinis digantikan oleh penelitian klinis. Skala yang paling berpengaruh adalah ciptaan Davis-Husband dan Friedlander-Sarben yang dikembangkan pada tahun 1930-an. Andre Weitzenhoffer dan Ernest R.Hilgard mengembangkan Skala Kerentanan Hipnotis Standford pada tahun 1959, yang terdiri dari 12 bagian tes sugesti diikuti dengan skenario hipnotis terstandardisasi induksi fiksasi mata dan kemudian menjadi salah satu pegangan penelitian yang paling banyak direfensikan di bidang hipnotis. Tidak lama setelah itu, pada tahun 1962, Ronald Shor dan Emily Carota Orne mengembangkan skala kelompok yang mirip, disebut Skala Kerentanan Hipnotis Kelompok Harvard (Harvard Group Scale of Hypnotic Susceptibility (HGSHS)). Sedangkan teori yang lebih tua tentang kedalaman skala, mencoba untuk menyimpulkan tingkat ‘kerasukan (trance) hipnotis’ berdasarkan tanda-tanda yang dapat diamati, seperti amnesia spontan, kebanyakan pengukuran skala dari respon yang diamati atau dievaluasi sendiri terhadap tes sugesti spesifik, seperti sugesti langsung kekakuan lengan (katalepsi). Skala Standford, Harvard, dan skala kerentanan lain mengubah angka menjadi penilaian kerentanan seseorang seperti ‘tinggi’, ‘medium’, ‘rendah’. Diperkirakan 80% populasi berskala medium, 10% tinggi, dan 10% rendah. Nilai kemampuan hipnotis biasanya menetap tinggi pada masa hidup seseorang. Penelitan oleh Deirdre Barret menyatakan bahwa ada dua tipe subyek yang rentan yang disebut ‘Pengkhayal’ (Fantasizers) dan ‘Pemisah’ (dissociaters). Skor pengkhayal tinggi pada skala penyerapan sehingga mudah memblok stimulus dunia nyata tanpa hipnotis, sering kali berkhayal, melaporkan teman-teman khayalan pada saat kanak-kanak dan tumbuh dengan orang tua yang menyarankan permainan imajinasi. Pemisah sering memiliki riwayat penyiksaan anak atau trauma lainnya, belajar untuk lari pada kehampaan dan untuk melupakan kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan. Kemampuan mereka untuk berkhayal sering menjadi kosong daripada khayalan kenangan yang samar-samar. Kedua nilai kelompok ini sama-sama tinggi untuk skala formal kerentanan hipnotis.
Perilaku kognitif
Di paruh kedua abad kedua puluh, ada dua faktor yang memberikan kontribusi bagi pengembangan pendekatan perilaku kognitif Hipnotis.
1. Teori kognitif dan perilaku tentang hakikat Hipnotis (dipengaruhi oleh teori Sarbin dan Barber) menjadi semakin berpengaruh.
2. Praktek hipnoterapi dan berbagai bentuk terapi perilaku kognitif tumpang tindih dan saling memengaruhi. Meskipun teori hipnotis perilaku kognitif harus dibedakan dari pendekatan perilaku kognitif untuk hipnoterapi, keduanya memiliki konsep serupa, terminologi, dan asumsi yang telah diinterintegrasikan oleh para peneliti dan klinisi yang berpengaruh seperti Irving Kirsch, Steven Jay Lynn, dan lain-lain.
Pada awal terapi kognitif-perilaku di tahun 1950-an, Hipnotis digunakan oleh para terapis perilaku awal seperti Yusuf Wolpe dan juga oleh para terapis kognitif awal seperti Albert Ellis. Barber, Spanos & Chaves memperkenalkan istilah "perilaku kognitif" untuk menggambarkan teori keadan tidak terhipnotis (nonstate) pada Hypnotism:Imagination & Human Potentialities (1974). Namun, Clark L. Hull telah memperkenalkan psikologi perilaku kembali ke tahun 1933, yang didahului oleh Ivan Pavlov. Bahkan, teori dan praktik awal dari hipnotisme, bahkan teori Braid, mirip dengan teori kognitif-perilaku dalam beberapa hal.
Praktik hipnosis
Praktik-praktik hipnotis pada awalnya dikenal sebagai teknik meditasi dari Timur (oriental). Praktik-praktik hipnotis yang dilakukan kini memiliki kesamaan dengan berbagai bentuk meditasi yoga oleh agama Hindu dan praktik-praktik spiritual kuno, seperti yang dideskripsikan oleh tulisan Persia kuno tentang berbagai macam ritual agama dan ritual penyembuhan yang dilakukan di Timur.
Dalam tulisannya di "Kekuatan Pikiran di atas Kekuatan Jasmani", walaupun James Braid menentang dalil-dalil kepercayaan pada fenomena ini, namun tulisannya menunjukkan bahwa meditasi dari Timur menghasilkan efek-efek hipotisme dalam kesendirian, tanpa hadirnya seseorang yang menghipnotis, sehingga ia melihatnya sebagai bukti bahwa hipnotisme terdapat dalam praktik-praktik kuno meditasi dan bukan dari teori-teori moderen maupun praktik aliran mesmerisme
Kontroversi hipnotis
Walaupun secara umum efek-efek dari hipnosis diakui, namun banyak perbedaan pendapat antara kalangan ilmuan dan klinis tentang bagaimana hipnosis bekerja.
Psikologis E.M Thorton (1976) memperluas analogi tentang hubungan antara hipnosis, aliran mesmerisme, dan sihir. Ia menekankan bahwa subyek yang dihipnotis pada dasarnya diminta untuk "menuju kondisi seperti pasien epilepsi ditirukan seperti sebuah parodi". Apabila subyek terlihat seperti kerasukan, maka hal ini diakibatkan karena kondisi kerasukan melibatkan konteks yang mirip secara sosio-kognitif, layaknya seseorang yang menerima peran yang diberikan kepadanya dan merasakan hubungan antara yang meminta dan diminta. Bagaimanapun hipnosis dilakukan, pada dasarnya hipnotisme, aliran mesmerisme, histeria, dan kerasukan setan memiliki dasar yang sama dimana konstruksi sosial di rancang oleh pelaku terapi yang antusias akan hal ini, pelaku pertunjukan (showmen), dan pendeta-pendeta atau pelaku ritual agama pada satu sisi - dan di sisi lain ada orang-orang yang mudah percaya, penuh imajinasi, penuh kesediaan, diikuti dengan kebutuhan emosional yang tinggi akan kemampuan orang lain untuknya.
Pemahaman manusia terhadap hipnosis telah maju besar dalam abad yang lalu, namun fenomena ini masih merupakan suatu Misteri tersendiri
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)



